all about yoghurt

soyghurt all about the products we have here

YOGHURT 10.17

Yoghurt merupakan produk hasil fermentasi susu. Starter atau bibit yang
digunakan adaiah bakteri asam laktat Lactobacillus bulgarius dan Strepto-
coccus thermophillus dengan perbandingan yang sama. Karena digunakan
bakteri laktat yang mampu memproduksi asam laktat, maka produk yang
terbentuk berupa susu yang menggumpal dengan rasa asam dengan
mempunyai cita-rasa yang khas.

Berdasarkan komposisinya, yoghurt dibedakan menjadi yoghurt berkadar
lemak penuh
dengan kandungan lemak di atas 3.0 persen, yoghurt berkadar
lemak medium kandungan lemaknya 0.5 sarnpai 3.0 persen, dan yoghurt
berkadar lemak rendah bila kandungan lemaknya kurang dari 0.5 persen.
Berdasarkan metode pembuatannya, jents yoghurt dibagi menjadi dua, yaitu
set yoghurt dan stirred yoghurt. Bila fermentasi atau inkubasi susu dilakukan
dalam kemasan kecil sehingga gumpalan susu yang terbentuk tetap utuh dan
tidak berubah sewaktu akan didjnginkan atau sampai siap konsumsi, maka
produk tersebut disebut set yoghurt. Sedangkan stirred yoghurt fermentasinya
dalam wadah yang benar setelah fermentasi selesai, produk dikemas dalam
kemasan kecil, sehingga gumpalan susu dapat berubah atau pecan sebelum
pengemasan dan pendinginan selesai.
Berdasarkan cita rasanya yoghurt dibedakan menjadi yoghurt alami atau
sederhana dan yoghurt buah.
Yoghurt alami yaitu yoghurt yang tidak ditambah
cita-rasa/flavor yang lain sehingga asamnya tajam. Sedangkan yoghurt buah
adalah yoghurt yang ditambah dengan komponen cita-rasa yang lain seperti
buah-buahan, sari buah, flavor dintetik dan zat pewama. Jenis-jenis yoghurt
yang telah dtmodifikasi atau diolah lebih lanjut setelah fermentasi diantaranya
:Yoghurt pasteurisasi untuk memperpanjang masa simpannya, yoghurt beku
yaitu yoghurt yang dibekukan dan simpan pada suhu beku, biasanya pada
suhu -88,2 °C. Yoghurt konsentrat (pekat) yaitu yoghurt yang dipekatkan
sampai kandungan bahan keringnya 24 persen. Sedangkan yoghurt kering
(powder) adalah yoghurt pekat yang dikeringkan sampai kandungan bahan
keringnya mencapai 90 - 94 persen

nah itu tadi sekilas tentang yoghurt di sini saya akan mencoba menawarkan product asoyghurt saya ini dia penelitiannya:


METODE PENELITIAN

A. Alat dan Bahan

1. Kedelai.
2. Gula.
3. Starter Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus
4. Air.
5. Penggiling kedelai.
6. Wadah perendam kedelai
7. Kain saring
8. Panci
9. Inkubator
10. Wadah fermentasi.


B. Proses Pembuatan

1. Pembuatan Susu Kedelai.

a. Pembersihan dan pencucian.

Biji dibersihkan dari kotoran, kerikil, pasir, potongan ranting danbatang kedelai. Biji rusak, hitam dan berkapang harus dibuang. Setelah itu biji dicuci sampai bersih. Kotoran dan biji yang mengapung harus dibuang. Pencucian dilakukan sampai air bilasan tampak jernih.

b.
Perendaman.

Biji yang telah dicuci direndam di dalam air selama 8 jam. Air diganti-ganti setiap 2 sampai 3 jam. Setelah itu, kedelai ditiriskan.

c. Perebusan.

Kedelai dimasukkan ke dalam air mendidih. Hal ini menyebabkan suhu air turun. Besar api diatur sehingga suhu bertahan antara 85 sampai 90°C. Perendaman di dalam air panas ini berlangsung selama 10 menit. Setelah itu, kedelai diangkat dan didinginkan dengan air mengalir, kemudian ditiriskan.

d. Penyiapan air panas.

Air bersih dipanaskan sampai suhunya 90°C. Jumlah air adalah 6 kali berat kedelai kering. Suhu air ini dipertahankan selama pekerjaan berlangsung.

e. Penggilingan.

Biji kedelai dihaluskan dengan blender, atau digiling dengan mesin penggiling sampai mendidih bubur kedelai. Penggilingan dilakukan sambil ditambahkan air panas. Jika air panas yang disediakan tidak habis untuk menggiling kedelai, sisa air dicampurkan dengan bubur kedelai, kemudian diaduk-aduk selama 3 menit.

f. Penyaringan.

Bubur kedelai disaring dan diperas dengan kain saring rangkap dua. Cairan yang diperoleh disebut sebagai susu kedelai mentah.

g. Penambahan gula.

Susu kedelai mentah dipanaskan pada suhu 80°C selama 30 menit sambil diaduk-aduk dan ditambahkan gula. Tiap 1 liter susu kedelai ditambah dengan 100-150 gram gula. Jika berbuih, maka buih tersebut dibuang. Setelah itu susu kedelai didinginkan sampai suhu 40°C.

2. Fermentasi.

a. Penambahan starter.

Susu kedelai hangat (40°C.) ditambah dengan starter (campuran streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus). Setiap 1 liter susu kedelai ditambah dengan 30 ml starter. Setelah itu dilakukan pengadukan sampai gumpalan starter larut semua. Setelah itu susu kedelai tersebut dimasukkan ke dalam gelas plastik, gelas kaca, atau stoles dan ditutup.

b. Inkubasi.

Susu kedelai tersebut disimpan di dalam inkubator pada suhu 45°C selama 5 jam. Hasil fermentasi disebut soyghurt.

c. Penyimpanan.

Jika tidak langsung dikonsumsi, soyghurt disimpan di dalam lemari pendingin pada suhu 4-7°C. Di dalam lemari pendingin, soyghurt dapat bertahan selama 5-7 hari.

ini productnya soyghurt:


uupszz salah ini yang benar:


jangan lupa buku menu di bawah juga di buka y...

tinggal geser-geser mose ja..


untuk pemesanan dapat melalui email:

pix_nda@ymail.com
nr71645@gmail.com
atau
sms ke 08995555336


dengan menyertakankan jumlah pemesanan, alamat pemesanan, dan biaya yang telah ditransfer


barang akan segera dikirimkan setelah biaya barang ditransfer ke rekening:
Bank Rakyat indonesia
a/n rizkon arisandi
no Rek: 098601001680508
enjoyyy....



0 komentar:

Posting Komentar